Buku SD Kelas I Kurikulum 2013

Buku SD Kelas I (untuk guru) Tema 1, Diriku

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Buku SD Kelas I (untuk siswa) Tema 1, Diriku

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kamus Tesaurus

Tesaurus Bahasa Indonesai, yang pengin belajar silakan download. Monggo!
Tesaurus Bahasa Indonesia – Pusat Bahasa 2008

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Contoh RPP 2013 Kelas 1 Semester 1

RPP ini menampilkan hasil pelatihan kurikulum 2013 yang dilaksanakan di Hotel Lor In Solo Karanganyar.

Silakan download RPP di bawah ini

RPP KELAS 1

Dipublikasi di Download | Meninggalkan komentar

pertarungan aqidah menjadi akar permasalahan peristiwa Sampang, Agustus 2012

Pada awal 1980-an, Makmun, seorang kiai di Nangkernang, Desa Karang Gayam, Sampang, Madura, yang gemar mempelajari agama lewat Al-Quran dan kitab-kitab kuning mendapat kiriman sebuah surat kabar dari sahabatnya di Iran mengenai Ayatollah Ali Khomeini, imam besar Syiah Iran, yang meletuskan Revolusi Islam Iran tahun 1979. Keberhasilan Khomeini menumbangkan monarki Syah Iran Reza Pahlevi, pemerintahan saat itu yang menjadi anak emas Amerika di Timur Tengah, telah membuat banyak kalangan Islam terbelalak, dan menjadi momentum historis bagi tersebarnya ajaran Syiah ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia..
Mengagumi sosok Khomeini tersebut, pada 1983 Makmun lantas mengirim keempat anaknya, Iklil Hilal (kini 41 tahun), Tajul Muluk (40), Roisul Hukama (39), dan Heni (37), ke Pesantren Yayasan Pesantren Islam (YPI) di Bangil, Pasuruan, yang memang dikenal beraliran Syiah. Pada 1991, anak-anak Makmun telah kembali ke Sampang. Dari keempat anaknya, hanya Tajul, bernama asli Ali Murtadha, yang melanjutkan sekolah di Arab Saudi pada 1993, namun karena terkendala biaya, sekolahnya berhenti di tengah jalan. Ia banting setir jadi pekerja serabutan dan menetap di sana hingga 1999..
Mengetahui Tajul pernah berguru agama hingga ke Saudi, sejumlah warga Nankernang meminta Tajul untuk mengajari anak mereka mengenai agama. Pada 2004, Tajul merintis pesantren Misbahul Huda yang mengajarkan Islam ala Syiah yang pengaruhnya cepat meluas, sehingga menimbulkan kecemburuan dari sejumlah tokoh masyarakat Nangkernang, terutama kiai yang beraliran Ahlu Sunnah wal Jamaah atau Sunni. Pada 2006, gesekan mulai terjadi dan kelompok pesaing Tajul mulai menuding Syiah sesat. Protes itu reda dengan sendirinya, dan warga pun melupakan soal Syiah tersebut. Namun, konflik terjadi lagi ketika acara Maulid Nabi yang digelar di Misbahul Huda pada April 2007, dihadang oleh ribuan warga yang protes. Selain itu, pada 2007 Tajul dan Roisul dilantik sebagai pengurus IJABI wilayah Sampang..
Namun, karena masalah pribadi dengan kakaknya, tahun 2009 Roisul keluar dari Syiah dan kembali ke aliran Ahlu Sunnah wal Jamaah. Sejak itu pula Roisul gencar menjelek-jelekkan Syiah. Dan sebelum penyerangan pesantren Misbahul Huda yang lalu itu, menurut Iklil Hilal, sang abang, Roisul terlihat di tengah-tengah massa, namun pada saat penyerangan terjadi sudah pergi menghilang. (http://www.tempo.co/read/news/ 2012/01/09/078376042/ Kisah-Cinta-di-Balik-Bentrok-Syiah-Madura)..
Sebenarnya, di belakang keberhasilan revolusi itu ada Ali Syariati, salah satu arsitek intelektual Revolusi Islam Iran yang mampu menggerakkan para pemuda dan kaum buruh untuk bergerak melakukan perlawanan terhadap rezim Pahlevi. Namun, dalam pemberitaan mengenai revolusi Iran tersebut, namanya tidak disebut-sebut. Tokoh yang muncul ke permukaan adalah Khomeini sang pemimpin spiritual dan sekaligus pemimpin tertinggi Iran, dan beberapa tokoh intelektual lain yang berada di barisan para ulama, seperti Murthadha Muthari dan Sayeed Hosein Nashr
.
Ali Syariati, yang dibenci oleh sebagian ulama Iran, adalah tokoh yang berada di barisan para intelektual dan menggerakkan kampus-kampus di Mashad menentang pemerintah rezim Pahlevi yang represif. Namun pada sisi lain ia menjadi salah satu orang yang membenci ulama, karena menurutnya para ulama sebelumnya berkonspirasi dengan pemerintah. Ali Syariati dicari-cari oleh intelijen, dan akhirnya dibunuh oleh agen rahasia Iran, karena melalui tulisan serta gerakan politiknya ia dituduh sebagai otak utama dalam gerakan menentang pemerintah tersebut. Selain menggerakkan mahasiswa di Iran, ia juga menggerakkan mahasiswa Iran yang berada di Eropa, khususnya yang berada di Perancis. Bahkan, menyebar ke seluruh pelosok dunia Barat dan Timur, termasuk Indonesia..
Di Indonesia, walaupun mayoritas penduduknya bermazhab Sunni, yang jelas-jelas berbeda dengan Syariati yang Syiah, tetapi sebagian intelektual Muslim sudah mengenal pemikirannya lewat penerjemahan buku-bukunya sejak akhir tahun 1970-an. Di tahun 1980 bersamaan dengan penerjemahan dan kajian-kajian tentang Syariati, muncul kelompok “Kiri Islam”, baik dari LSM maupun aktivis Islam dari HMI, Masjid Salman ITB, dan Masjid Shalahuddin Yogyakarta. Pemikiran dan penafsirannya tentang agama, yang dekat dan berpihak pada rakyat kecil demi keadilan, yang diwujudkan dalam tindakan kongkrit, agaknya relevan dengan kondisi Indonesia waktu itu yang rakyatnya banyak hidup di bawah garis kemiskinan.
Sejauh yang dapat diketahui, menurut H As’ad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU, generasi program beasiswa ke Qum yang pertama, adalah Umar Shahab dan Husein Shahab, yang keduanya berasal dari YAPI, Bangil. Mereka pulang ke Indonesia tahun 1970-an, dan sejak awal 1980-an mengembangkan Syiah di kalangan kampus. Sejak 1981, gelombang pengiriman mahasiswa ke Qum semakin intensif, dan generasi alumni Qum kedua inilah yang sekarang banyak memimpin yayasan-yayasan Syiah, dan menjadi pelopor gerakan Syiah di Indonesia. Walaupun tidak banyak yang berhasil dikader dan menjadi tokoh, tetapi hasilnya cukup memadai, misalnya Agus Abubakar dan Sayuti As-Syatiri dari UI, Zulfan Lindan dari Universitas Jayabaya, Jakarta, dan Haidar Bagir dari ITB, Bandung.
Namun yang lebih menarik, di luar jalur binaan kedua tokoh alumni Qum tersebut, pada pertengahan 1980-an muncul Jalaluddin Rakhmat sebagai cendekiawan Syiah yang lebih terkenal. Dengan latar belakang dari keluarga Nahdliyyin (orang-orang NU), Cicalengka, Jawa Barat, karena gemar mempelajari ilmu agama, saat SMA Jalaluddin berkelana menjelajah ke beberapa pesantren di Jawa Barat, pernah bergabung Persatuan Islam (Persis), aktif masuk dalam kelompok diskusi yang menyebut dirinya Rijalul Ghad, atau pemimpin masa depan. Ketika menjadi mahasiwa Fakultas Ilmu Komunikasi, Unpad, Bandung, bergabung dengan Muhammadiyah, dan dididik di Darul Arqam Muhammadiyah, dan pusat pengkaderan Muhammadiyah.
Setelah menjadi dosen, sampai dengan tahun 1998 kegiatan ekstra-kurikulernya dihabiskan dengan berdakwah dan melakukan pengajian, yang berlangsung di Masjid Salman ITB maupun di Masjid Jami Al-Munawarah, Bandung. Selain itu, ia membina jamaah di masjid-masjid dan tempat-tempat kumuh gelandangan. Ia terkenal sangat vokal mengkritik kezaliman, baik yang dilakukan oleh elit politik maupun elit agama. Akibatnya ia sering harus berurusan dengan aparat militer, dan akhirnya dipecat sebagai pegawai negeri. Ia meninggalkan kampusnya dan melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke kota Qum, Iran, untuk belajar Irfan (tasawuf) dan filsafat Islam dari para Mullah tradisional, yang mengantarkannya menjadi tokoh Syiah yang disegani. Pengenalannya dengan dunia tasawuf dimulai sejak tahun 1984, ketika bersama-sama Haidar Bagir dan Endang Saefuddin Anshory diundang pada sebuah konferensi di Kolombia pada 1984, ia bertemu dengan ulama-ulama asal Iran yang memiliki pemahaman mendalam tentang tasawuf, dan ia merasa kagum.
Sebagai aktivis Syiah, Jalaluddin Rakhmat membidani dan menjadi Ketua Dewan Syura IJABI yang kini sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah (tingkat kota) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang. Ia juga menjadi pendiriIslamic Cultural Center (ICC) Jakarta, bersama Haidar Bagir dan Umar Shahab.
Kini, gerakan Syiah di Indonesia diorganisir oleh Islamic Cultural Center (ICC), dipimpin Syaikh Mohsen Hakimollah, yang datang langsung dari Iran. Secara formal organisasi ini bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah. ICC Jakarta di bawah kendali dan pengawasan langsung Supreme Cultural Revolution Council (SCRC) Iran. Di bidang pendidikan ICC mengorganisir lembaga-lembaga pendidikan, sosial dan penerbitan yang jumlahnya sangat banyak dan bertebaran di berbagai daerah. Sedangkan di bidang dakwah, ICC bergerak di dua sektor, yaitu: gerakan kemasyarakatan yang dijalankan oleh IJABI, dan gerakan politik yang mengkhususkan bergerak di bidang mobilisasi opini publik dijalankan oleh Yayasan OASE. Sedangkan untuk bidang gerakan politik dan parlemen, dikomandani oleh sejumlah tokoh, dengan cara menyebarkan kader ke sejumlah partai politik. (http://syiahali.wordpress.com)
Konflik Sunni-Syiah di Sampang, Madura, telah terjadi sejak 2004. Konflik ini berujung pada tindak kekerasan yang terus berulang. Dan terakhir pada Ahad, 26 Agustus 2012, terjadi pembakaran 37 rumah pengikut Syiah, pelemparan batu, dan perkelahian hingga mengakibatkan satu korban tewas dan belasan luka-luka.

Syiah di Pulau Garam ini adalah kelompok Islam minoritas. Lalu bagaimana aliran ini bisa masuk, hidup, dan berkembang di tengah masyarakat Madura yang berjumlah 3,62 juta jiwa (versi BPS 2010), yang hampir seluruhnya adalah mayoritas Islam Sunni yang fanatik? Berikut ini hasil riset koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Jawa Timur, Andy Irfan, yang dituturkan kepada Tempo pada Sabtu, 1 September 2012.

Awal 1980-an
Kiai Makmun, seorang ulama yang awalnya Sunni di Nangkernang, Desa Karang Gayam, Sampang, mendapat kabar dari sahabatnya di Iran mengenai revolusi Iran. Keberhasilan kaum ulama Iran yang dipimpin Ayatollah Ali Khomeini menumbangkan Syah Iran Reza Pahlevi (sebuah rezim yang dianggap monarki) menjadi sumber inspirasi bagi Kiai Makmun.

Karena mayoritas ulama dan kaum muslim di wilayah Madura adalah pengikut Islam Sunni yang fanatik, Makmun mempelajari Syiah secara diam-diam dengan membaca buku-buku yang dikirim sahabatnya dari Iran.

1983
Ketertarikannya ini membuat Makmun mengirim tiga anak laki-lakinya, yaitu Iklil al Milal yang saat ini berusia 42 tahun; Tajul Muluk (40); Roisul Hukama (36); dan putrinya, Ummi Hani (32) ke Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Bangil, Pasuruan. YAPI dikenal sebagai pesantren yang cenderung pada mazhab Syiah.

1991
Selepas lulus SMP YAPI, Tajul Muluk kembali ke Sampang.

1993
Tajul berangkat ke Arab Saudi untuk belajar di Pondok Pesantren Sayyid Muhammad Al-Maliki. Karena terkendala biaya, sekolahnya berhenti di tengah jalan. Meski demikian, Tajul Muluk yang bernama asli Ali Murtadha ini tetap bertahan di Arab dengan bekerja.

1999
Tajul Muluk pulang dari Arab dan kembali menetap di Karang Gayam, Sampang. Keluarga Makmun dan masyarakat setempat menyambutnya dengan gembira.

2004
Sejumlah warga desa yang juga murid Kiai Makmun mewakafkan sebidang tanah untuk mengembangkan pesantren beraliran Syiah. Pesantren kecil ini diberi nama Misbahul Huda. Ustad atau guru yang mengajar di pesantren ini adalah Tajul Muluk bersama semua saudara-saudaranya sesama alumni YAPI.

Berbeda dengan sang ayah, Tajul Muluk mengajar dan berdakwah ajaran Syiah secara terbuka dan terang-terangan. Sikap Tajul yang egaliter, supel, ringan tangan, cekatan, dan tidak bersedia menerima imbalan setiap ceramah membuat Tajul menjadi kiai muda yang dihormati di Karang Gayam.

Dalam waktu yang tidak lama, hanya sekitar tiga tahun, ratusan warga di Desa Karang Gayam dan di Blu’uren (desa tetangga) telah menjadi pengikut Syiah dan murid Tajul yang setia.

Awal 2004
Perkembangan dakwah Tajul menyebarkan Syiah akhirnya mendapat respons dari para ulama setempat. Di antaranya Ali Karrar Shinhaji (masih kerabat dekat dari ayah Tajul, Kiai Makmun), pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid, di Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Dalam sebuah pertemuan dengan Tajul dan saudara-saudaranya, Karrar sangat berkeberatan dan tidak menyetujui aktivitas dakwah Tajul Muluk yang mengajarkan Syiah. Baginya, Syiah adalah mazhab dalam Islam yang salah dan sesat.

Tak hanya Karrar, para ulama lain di Sampang juga bersikap sama: keberatan dengan aktivitas Tajul. Saat itu, mereka tidak terbuka menentang dakwah Tajul Muluk karena masih menaruh rasa hormat terhadap ayah Tajul, Kiai Makmun.

Juni 2004
Kiai Makmun meninggal setelah sakit. Setelah ia meninggal, para ulama setempat menentang keras penyebaran Syiah yang dilakukan anak-anak Kiai Makmun. Intimidasi dan kekerasan terhadap komunitas minoritas Syiah Sampang yang dianggap sesat mulai kerap terjadi sejak saat itu.( http://www.tempo.co/read/news/2012/09/02/173426989/Bagaimana-Kronologi-Syiah-Masuk-Sampang).

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

fenomena GPTPL

Apa itu GPTPL? Ini adalah kependekan dari gadis perawan yang tidak perawan lagi.  Eksistensi GPTPL ini semakin bagus sebab dari hari ke hari anggotanya bertambaaaah teruuus.  Perempuan yang sudah tidak perawan sebelum nikah akibat  aksi “nekad”  (menurut saya bukan sebuah kecelakaan sebab kalau kecelakaan itu sakit, tapi ini nikmaaaattt, he he he katanya begitu), sekali lagi karena ia bernasib baik atau memang karena cerdas. Walaupun GPTPL tidak berbadan hukum atau legal tetapi ia real ada di sekitar kita, Anggotanya ya terdiri dari gadis-gadis yang sudah pernah  melakukan hubungan intim dengan lawan jenisnya, yang sebagian besar dilakukan suka sama suka.

Melihat fenomena ini, komunitas manusia seperti sudah kehilangan sedikit akal sehatnya, sebab berhubungan sex sebagai hasrat alamiah sudah dilakukan dengan cara-cara binatang. Lihatlah hewan dapat meilakukannya di mana-mana, tanpa harus nikah, tanpa pesta perkawinan. Para hewan dewasa saat berkeinginan ya saat itu juga disalurkan, contoh: ayam jago dengan induk, yah berhubungan intim tidak memandang tempat. Itu naluri binatang.

Ada sebuah kisah menarik di sebuah sekolah lanjutan atas.  Siswa yang melihat kejadian temannya sudah tidak perawan segera melapor kepada guru BP.  “Tes urine”, kata guru BP. Maka siswi tersebut membawa urine untuk diperiksa. Hasilnya nihil. Guru BP mengatakan tidak terjadi apa-apa, dan siswa bisa mengikuti ujian nasional. Pulang sekolah siswi tersebut cekikikan menertawakan gurunya, sebab urine yang ia kasihkan bukan urine miliknya. Wow, ini yang dinamakan cerdas.

Fenomena menarik dari GPTPL ini membuat hati saya cemas, sebab anak-anak perempuan di sekitar kita sungguh menjadi harapan masa depan. Saya cemas sekali ketika tetangga kiri-kanan, depan-belakang yang punya anak perempuan, semuanya hamil sebelum nikah alias menjadi anggota GPTPL baru yang ke sekian ratus ribu (sedunia). Yeah …..!

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

kritik membangun untuk iblis

apakah iblis mau dikritik? Wallahu a’lam bishshawwab. Iblis itu makhluk gaib. Sebagai makhluk yang kerjanya menerumuskan manusia  saya yakin betul tak peduli dengan kritik.  Ia makhluk paling nekad, paling tidak bertanggungjawab dengan janji-janjinya. Dalam sejarah ummat manusia sudah jutaan manusia terjerumus ke dalam tipu dayanya. Iblis termasuk makhluk yang mengiklankan segala tindakannya indah, yah …. Mirip dengan iklan-iklan televisi yang menipu manusia. Bagaimana wajah asli iblis? Yang jelas manusia jarang yang mengenalnya. Iblis bekerja dalam dunianya, dan pasti mengenal sekali hak dan kewajibannya dalam masyarakat iblis. Dalam dunia iblis dipastikan ada pimpinan para iblis, katakana itu sebagai presiden iblis, menteri iblis, jenderal iblis, politisi iblis. Apakah iblis punya badan legislatif, eksekutif atau yudikatif? Hanya Tuhan yang tahu keadaan dunia iblis.

Dalam dunia hiburan, iblis juga memiliki artis-artis negtop dengan bayaran tinggi. Superstar dalam dunia iblis pastilah lebih hebat dari dunia manusia dalam hal nekadnya. Para iblis ini mendatangi manusia dengan janji-janji manis, rayuan-rayuan yang membuat manusia bertekuk lutut. Iblis yang bekerja di lingkungan lokalisasi menebarkan jaring-jaring syahwat. Membisikkan mimpi-mimpi indah tentang kenikmatan seksual yang tiada tara, padahal tak ada kenikmatan seksual yang tiada tara, tetapi yang ada hanya sementara, …. Percayalah!

Dunia entertainment iblis sudah sangat terlatih, para penyanyinya mendapat bayaran yang tinggi. Begitu juga dengan bintang-bintang peran di panggung-panggung sandiwara. Semua menghasilkan uang yang banyak. Hasil yang melimpah inilah yang memungkinkan iblis juga menunaikan ibadah … umroh dan naik haji!! Wah, wah ….!

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

detak jantung

detak jantung manusia tak pernah berhenti untuk memompa darah ke seluruh tubuh, ia bekerja sepanjang usia manusia. Pada saat manusia menghembuskan nafasnya, jantung berhenti, tubuh manusia dingin kaku dan segera diantarkan ke liang kubur. Manusia sering menyaksikan kematian, tetapi banyak manusia skeptis hidup sesudah mati. Jasad manusia yang sudah berpisah dari ruh kemudian membusuk menjadi tanah, dan ruh menjadi sesuatu yang gaib. Al Quran menyebutkan bahwa ruh itu urusan Allah, manusia dengan teknologinya belum bisa menjangkau alam ruh, surga, neraka, dan seterusnya.

tidak sedikit manusia yang ragu akan kehidupan setelah mati. Karena keraguan ini, agama menjadi lipstik saja. Maka pedagang kosmetik kebanjiran order. Manusia berlomba-lomba menghias dunia, mulai dengan mobil kesatu, kedua, ketiga, begitu juga dengan rumah, isteri simpanan, sehingga gemerincing uang, kemilau jabatan menjadi ukuran sukses tidaknya seseorang. Karena ukuran ini manusia nakal dan nekad menjadi maling ….!

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

pagi di teluk penyu

teluk penyu di hari libur menjadi tempat melepas penat. Seperti hari2 sebeImagelumnya pantai ini sudah menggeliat sejak pagi-pagi sekali, para pedagang sibuk menyiapkan dagangan hasil laut: ikan basah dan kering, baik yang kecil ataupun sedang. Sepanjang jalan aspal di tepi pantai menjadi tempat yang segar buat jalan-jalan menghirup udara laut sambil memandang pulau Nusakambangan yang masih pongah. Kapal-kapal besar yang bersandar juga tak kalah pongah. Tanki penampungan minyak bumi juga sangat megah dan pongah menambah kesan futuristik pantai kecil ini.

Pagi itu saya singgah di sebuah warung kecil, pada deretan kios-kios pedagang ikan di tepi pantai. Ada beberapa jenis ikan yang tersedia di sana: kakap merah, kerapu  macan, cumi-cumi, udang, kepiting dan ikan-ikan yang dikeringkan. Pelayan yang ramah menyambutku,”Silakan, bapak! Tinggal pilih yang Bapak suka!”

“Saya suka kakap, sejak muda saya suka yang kakap-kakap, tapi ini tidak ada hubungannya dengan koruptor kelas kakap.”

Si penjual tersenyum. Sederetan warung kebanyakan yang jadi penjual ikan tampak berbadan subur dan hampir tidak ada yang langsing, tapi pedagang yang satu ini cantik dan juga langsing ….

Saya duduk berlama-lama di warung itu karena berbagai pertimbangan. Pertama, menunggu datangnya ikan segar. Kedua, mengamati perempuan cantik berdagang ikan ….

Teluk penyu di pagi hari sungguh indah ….

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

mushibah sukhoi superjet 100

Sukhoi datang dari jauh
terbang di atas gunung Salak
di gunung salak ada anak kecil
memanggil-manggil
“kapal terbang, kapal terbang beri saya uang!”
tak kunjung uang datang
lalu anak kecil itu memanggil-manggil
“kapal terbang, kapal terbang, beri saya nyawa penumpangmu!”
maka jatuhlah pesawat itu

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar