mencari ilmu di akhir zaman

Pencari ilmu datang kepada guru. Murid boleh belajar kepada guru tanpa dipungut bayaran, tidak ada iuran uang gedung, uang komputer, uang les, uang ini, uang itu, asalkan ia berakhlak baik ia boleh belajar.

Guru mengajar murid tidak mengharapkan gaji. Penghasilan guru dari bekerja sebagai petani, pengusaha, pedagang atau lainnya. Guru tidak menjual ilmunya, apalagi dengan harga yang sedikit.

Berbeda dengan zaman ini. Penghasilan guru dari menjual ilmu. Ada yang mahal, ada yang sedikit mahal. Apalagi sekolah favorit berbisnis jual beli ilmu tanpa malu-malu.

Jangan heran, sebuah bangsa tidak berhenti dari permasalahannya karena bangsanya menghalalkan jual beli ilmu. Sedangkan Tuhan tidak pernah mematok harga ilmu.

 

Tentang yudikarsono

aku menyadari dalam keterbatasan ilmu, kemampuan, dan keberanian, mencoba berdiri, mengepalkan tangan dan mengaum ...., ada dua alasan harimau mengaum, mungkin lapar, mungkin menemukan "sesuatu" .... aku menyadari dalam keterbatasan ini, masih punya semangat untuk meraih "sesuatu" .... aku menyadari bahwa aku bukanlah orang yang cerdas atau pekerja keras, .... .... aku menyadari, bila memang dalam hidup ini tidak meraih apapun, aku masih punya sedikit tempat menuangkan sesuatu, yakni blog ini, ....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s