fenomena GPTPL

Apa itu GPTPL? Ini adalah kependekan dari gadis perawan yang tidak perawan lagi.  Eksistensi GPTPL ini semakin bagus sebab dari hari ke hari anggotanya bertambaaaah teruuus.  Perempuan yang sudah tidak perawan sebelum nikah akibat  aksi “nekad”  (menurut saya bukan sebuah kecelakaan sebab kalau kecelakaan itu sakit, tapi ini nikmaaaattt, he he he katanya begitu), sekali lagi karena ia bernasib baik atau memang karena cerdas. Walaupun GPTPL tidak berbadan hukum atau legal tetapi ia real ada di sekitar kita, Anggotanya ya terdiri dari gadis-gadis yang sudah pernah  melakukan hubungan intim dengan lawan jenisnya, yang sebagian besar dilakukan suka sama suka.

Melihat fenomena ini, komunitas manusia seperti sudah kehilangan sedikit akal sehatnya, sebab berhubungan sex sebagai hasrat alamiah sudah dilakukan dengan cara-cara binatang. Lihatlah hewan dapat meilakukannya di mana-mana, tanpa harus nikah, tanpa pesta perkawinan. Para hewan dewasa saat berkeinginan ya saat itu juga disalurkan, contoh: ayam jago dengan induk, yah berhubungan intim tidak memandang tempat. Itu naluri binatang.

Ada sebuah kisah menarik di sebuah sekolah lanjutan atas.  Siswa yang melihat kejadian temannya sudah tidak perawan segera melapor kepada guru BP.  “Tes urine”, kata guru BP. Maka siswi tersebut membawa urine untuk diperiksa. Hasilnya nihil. Guru BP mengatakan tidak terjadi apa-apa, dan siswa bisa mengikuti ujian nasional. Pulang sekolah siswi tersebut cekikikan menertawakan gurunya, sebab urine yang ia kasihkan bukan urine miliknya. Wow, ini yang dinamakan cerdas.

Fenomena menarik dari GPTPL ini membuat hati saya cemas, sebab anak-anak perempuan di sekitar kita sungguh menjadi harapan masa depan. Saya cemas sekali ketika tetangga kiri-kanan, depan-belakang yang punya anak perempuan, semuanya hamil sebelum nikah alias menjadi anggota GPTPL baru yang ke sekian ratus ribu (sedunia). Yeah …..!

Tentang yudikarsono

aku menyadari dalam keterbatasan ilmu, kemampuan, dan keberanian, mencoba berdiri, mengepalkan tangan dan mengaum ...., ada dua alasan harimau mengaum, mungkin lapar, mungkin menemukan "sesuatu" .... aku menyadari dalam keterbatasan ini, masih punya semangat untuk meraih "sesuatu" .... aku menyadari bahwa aku bukanlah orang yang cerdas atau pekerja keras, .... .... aku menyadari, bila memang dalam hidup ini tidak meraih apapun, aku masih punya sedikit tempat menuangkan sesuatu, yakni blog ini, ....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s